Masalah Pemain Asing Ilegal, Club Klaim Telah Sesuai sama Ketentuan GTS

Masalah Pemain Asing Ilegal, Club Klaim Telah Sesuai sama Ketentuan GTS

 

Agen Poker Online, Jakarta – Terdapat beberapa pemain asing ilegal di arena Torabika Soccer Championship. Masalah hal semacam itu pihak club mengklaim kalau mereka telah ikuti ketentuan pihak operator liga.

Sejumlah 81 pemain asing dari 11 club yang berkiprah di TSC dapat dibuktikan sebagai pemain ilegal. Club tak dapat banyak berbuat lantaran telah ikuti ketentuan main yang didapatkan PT Gelora Trisula Semesta (GTS).

Seperti dikabarkan terlebih dulu, Instansi Riset serta Pengembangan (Litbang) Save Our Soccer #SOS, sudah temukan kenyataan berkaitan banyak pemain serta pelatih asing tak mempunyai Kartu Izin Tinggal Sesaat/Terbatas (Kitas).

Untuk pertandingan kesempatan ini, terdaftar 81 pemain serta pelatih asing yang keluar masuk serta berkiprah di TSC. Keseluruhan, 64 pemain serta pelatih asing memakai visa on arrival, 16 pemain pelatih menggunakan visa kunjungan usaha, serta satu pemain tak di ketahui type visanya.

SOS berasumsi tiap-tiap club serta operator yang membiarkan serta lakukan pembenaran pada permasalahan ini dapat dicabut izin usahanya apabila mengaju pada Permenakertrans nomer 12 Th. 2013.

Sriwijaya FC jadi satu diantara club yang dapat dibuktikan enam pemain asingnya cuma memakai visa on arrival. Menurut SOS, Visa on arrival itu adalah visa turis serta berlaku 30 hari. Tak dapat dipakai untuk bekerja.

Ke lima pemain Sriwijaya itu yaitu Maurico Macial, Alerto Goncalves, Hilton Moreira, Thierry Gathussi, Yo Hyun Koo.

Baca Juga : Milomir Seslija Puas Arema Huni Posisi Runner-up TSC 2016

” Kami mengurusi selalu loh mbak, ada visa juga serta ikuti ketentuannya. Memanglah untuk Kitas kita tengah sistem serta tak ada permasalahan, ” kata sekretaris tim Sriwijaya FC, Ahmad Haris, waktu dihubungi detikSport, Rabu (31/8/2016).

” Kami itu telah koordinasi dengan PT GTS serta mereka menyepakati lantaran kami ikuti standard mereka kan. Lantas kami kasih tahu pada BOPI. Bila nyatanya ada masalah, ya saat ini standarnya kami operator, ” lanjut Haris.

Menurut Haris, bila memanglah hal semacam itu dipermasalahkan Harusnya mulai sejak awal itu dikoordinasikan oleh operator. ” Ini kan telah tiba putaran pertama, kami itu cuma ikuti sistem (yang disuruh). Bila tak, tentu pemain (kami) tentu dicoret serta diminta pulang namun saat ini telah tiba putaran pertama, ” kata dia lagi.

Sriwijaya sendiri hingga sekarang ini masihlah menanti ketentuan operator. Juga (sangat terpaksa) mesti memulangkan pemain pihaknya bakal turut ketentuan untuk penuhi semunya.