Masalah Masalah Wasit Walk-out, Pelatih Leverkusen Bersikukuh Tidak Bersalah

schmidtisi

Leverkusen – Peristiwa unik di pertandingan Bayer Leverkusen vs Borussia Dortmund, dimana wasit Felix Zwayer walk-out di dalam kompetisi, dikarenakan oleh sikap pelatih Leverkusen, Roger Schmidt. Tetapi, Schmidt sendiri keukeuh tidak bersalah.

Pada kompetisi yang berjalan di BayArena, Minggu (21/2/2016), itu, pertandingan pernah berhenti sepanjang sekitaran sembilan menit pada menit ke-64. Semuanya dimulai oleh gol pemain depan Dortmund, Pierre-Emerick Aubameyang, yang diprotes oleh pemain-pemain serta staf Leverkusen.

Kubu Leverkusen berasumsi, sudah berlangsung dahulu pelanggaran pada penyerang mereka, Stefan Kiessling. Tetapi, memprotes itu tak didengar oleh Zwayer, yang jadi memberi sepakan bebas untuk Dortmund. Sepakan itu lalu dieksekusi dengan cepat oleh pemain Dortmund saat bola masihlah jalan, berbuah jadi serangan balik, serta pada akhirnya jadi gol Aubameyang.

Schmidt sudah pasti turut memprotes, yang mana mengakibatkannya diusir ke tribun oleh Zwayer. Si pengadil memberi instruksi pada Kiessling, sebagai kapten tim, untuk memohon pelatihnya meninggalkan lapangan. Tetapi, Schmidt menampik.

Karena penolakan Schmidt tersebut pada akhirnya malah Zwayer yang lakukan ” memprotes “. Ia serta asisten-asistennya meninggalkan lapangan, diikuti oleh ke-2 kesebelasan. Zwayer lalu memberi penjelasan pada ke-2 tim serta sepakat supaya kompetisi dilanjutkan, seandainya Schmidt menuruti perintahnya dengan melihat dari tribun.

Kompetisi lalu dilanjutkan serta Leverkusen bermain tanpa ada pelatih di tepi lapangan. Selanjutnya, gol Aubameyang jadi hanya satu gol pada pertandingan itu. Dortmund menang 1-0.

Schmidt sendiri bersikukuh dianya tidak bersalah. ” Saya menginginkan tahu kenapa ia mengusir saya serta saya coba berdiskusi dengannya, namun itu tak berlangsung. Saya menginginkan tahu argumennya, ” tutur Schmidt seperti ditulis Soccerway.

Diluar itu, Schmidt mohon maaf. Ia mengaku, kengototannya untuk sudah merugikan timnya. ” Mungkin saja saya agak keras kepala beberapa hingga merugikan tim saya sendiri, ” ucapnya.

” Saya semestinya jadi contoh serta saya tak mengerjakannya dengan baik. Namun, kadang-kadang tak gampang bereaksi dalam kondisi menengangkan serta emosional, ” kata Schmidt.