Derby della Madonnina, Sebuah Kesempatan untuk Milan

Milan – Inkonsisten sejauh ini, AC Milan kesulitan mendekati posisi atas klasemen. Laga derby kontra Inter Milan jadi kesempatan mereka untuk mendapatkan titik balik.

Milan masih kesulitan mengeluarkan kemampuan terbaiknya sejauh musim ini berjalan. Kemenangan tipis 1-0 atas tim divisi tiga Alessandria di leg pertama semifinal Coppa Italia tengah pekan ini jadi salah satu contohnya.

“Kami tentu saja memperkirakan kemenangan lebih besar melawan Alessandria. Kredit untuk mereka, karena mereka sangat terorganisir,” kata gelandang Milan Andrea Bertolacci kepada Milan Channel.

“Kami menang kemarin, mari kita fokus ke derby. Di laga pertama kami tidak layak kalah, ada satu momen yang menentukan pertandingan,” tambahnya dikutip Football Italia.

Bukti lain inkonsistensi anak asuh Sinisa Mihajlovic adalah hasil-hasil mereka belakangan ini. Dalam 10 pertandingan terakhir liga, mereka cuma memetik tiga kemenangan, berimbang lima kali, dan kalah dua kali. Dari tiga kemenangan itu, tak ada yang didapatkan secara berurutan.

Duel derby di San Siro, Senin (1/2/2016) dinihari WIB menjanjikan sebuah momen titik balik untuk Rossoneri. Kemenangan atas rival sekota bisa memberikan dorongan moral yang besar, sekaligus menjaga kesempatan memperbaiki posisi.

Milan sendiri takluk 0-1 di pertemuan pertama derby musim ini di Serie A. Hasil itu membuat mereka bakal punya motivasi ekstra untuk membalas dendam

“Kami bakal perlu tampil bagus untuk memberikan masalah kepada Inter. kami memikirkan diri kami, bukan yang lain,” ujar Bertolacci.

“Kami bisa saja mengatakan tidak perlu memikirkan klasemen, tapi itu tidak mudah. Ini adalah sebuah laga penting, terutama karena ini adalah duel head to head.”

“Kami harus terus mendekati area klasemen yang sepatutnya kami tempati, itu sangat berarti. Kami sudah kehilangan enam atau tujuh poin di kandang, di laga melawan Carpi, Verona, dan Bologna, di mana kami tidak layak imbang atau kalah,” tandas eks AS Roma ini.

Milan saat ini ada di peringkat enam klasemen dengan nilai 33 dari 21 pekan. Mereka tertinggal 14 poin dari Napoli di posisi teratas, juga delapan angka dari Fiorentina di peringkat tiga yang merupakan batas zona Liga Champions.

Roma menjadi tim yang paling berpotensi mereka lewati akhir pekan ini. Anak-anak ibukota hanya berjarak dua angka saja di urutan lima.