Swansea dan Gary Monk Pisah Jalan

Swansea – Swansea City bakal mencari manajer baru. Pasalnya, The Swans baru saja memutuskan pisah jalan dengan Gary Monk seiring memburuknya performa tim musim ini.

Masa depan Monk sudah dispekulasikan belakang ini menyusul rentetan hasil buruk yang didapat Swansea. Kekalahan 0-3 dari Leicester City di Liberty Stadium membuat mereka menelan kekalahan ke-11 dari 12 pertandingan terakhir di seluruh kompetisi.

Jika dipersempit ke Premier League, satu-satunya kemenangan Swansea adalah saat mengalahkan tuan rumah Aston Villa dengan skor 2-1 pada 24 Oktober lalu. Sisanya mereka tiga kali imbang dan tujuh kali kalah.

Alhasil, posisi Swansea kini ada di posisi ke-15 dengan 14 poin, cuma berjarak satu poin dari Newcastle United di posisi ke-18 yang merupakan batas akhir zona degradasi.

Tak butuh waktu lama untuk Swansea akhirnya memutuskan untuk menghentikan kerjasama dengan Monk, yang sudah berlangsung dalam 22 bulan terakhir ini.

“Terkait hasil-hasil buruk belakangan ini di klub, keputusan pun diambil oleh pihak klub untuk kebaikan Swansea City Football Club dan suporternya,” demikian pernyataan presiden Swansea, Huw Jenkins, di situs resmi klub.

“Sangat sulit untuk kami membuat keputusan ini dan dengan berat hati kami harus melepasnya.”

“Melihat posisi kami saat ini dan pada pekan pertama bulan September, lalu mempertimbangkan menurunnya performa tim serta serangkaian hasil buruk dalam tiga bulan terakhir, kami harus membuat keputusan yang kurang populer ini.”

Monk, 36 tahun, mengisi posisi manajer-interim Swansea saat klub itu melepas Michael Laudrup pada 4 Februari 2014. Monk yang saat itu berstatus kapten tim berhasil membawa Swansea lolos dari degradasi dan diberi hadiah kontrak permanen pada tanggal 7 Mei berdurasi tiga tahun.

Di musim penuh pertamanya, Monk berhasil membawa Swansea finis posisi kedelapan dengan 56 poin, yang merupakan poin tertinggi mereka selama ikut Premier League. Selama 77 pertandingan menangani Swansea, Monk meraih 28 kemenangan, 17 seri, dan 32 kekalahan dengan prosentase menang 36,4 persen.

“Gary mengambil pekerjaan ini 22 bulan lalu dengan dukungan penuh pihak klub. Dan jika Anda melihat penampilan bagus kami musim lalu ketika kami memecahkan rekor klub di Premier League, tidak ada yang mengira kami bisa berada di posisi saat ini.”