Transfer Liverpool di Bawah Kendali Klopp

Dublin – Liverpool menegaskan bahwa manajer-manajer mereka punya wewenang penuh dalam menentukan kebijakan transfer klub. The Reds juga menyatakan mereka tidak menggunakan komite transfer.

Saat Juergen Klopp ditunjuk sebagai manajer baru Liverpool untuk menggantikan Brendan Rodgers, banyak pihak yang meragukan apakah Klopp akan diberi wewenang penuh untuk mengendalikan transfer pemain. Pasalnya, Rodgers santer dikabarkan tak sepenuhnya berkuasa terkait hal ini. Disebut-sebut ada komite transfer yang akan memengaruhi keputusan jual-beli pemain.

Akan tetapi, hal itu dibantah oleh chief executive Liverpool, Ian Ayre. Menurut Ayre, Klopp-lah yang akan menentukan pemain-pemain mana saja yang datang dan pergi.

“Brendan punya wewenang untuk membuat keputusan terkait semua pemain yang kami rekrut,” ujar Ayre seperti dikutip Sky Sports.

“Cuma ada satu orang yang punya wewenang untuk membuat keputusan soal pemain-pemain di Liverpool dan sekarang dia adalah Juergen Klopp. Selalu begitu selama saya berada di sini.

“Saya pikir kata-kata ‘komite transfer’ dipakai sekali dan seolah-olah kami semua duduk mengelilingi meja dan punya suara tentang setiap pemain yang kami rekrut. Itu sangat jauh dari kebenaran.

“Manajer akan mengatakan kami sedang mencari seseorang di posisi ini dan sekelompok orang — campuran antara pemantau bakat tradisional dan akhir-akhir ini informasi analitikal dan berbasis digital — membawa semua itu bersama-sama.

“Kami kemudian melihat dua, tiga, empat pemain — pemain-pemain terbaik untuk posisi itu — menunjukkannya kepada manajer dan manajer bisa melihat atau meminta pemantau bakat untuk melihat pemain-pemain itu dan menyortirnya.

“Pada titik itu, saya akan lebih terlibat dan mulai bicara dengan klub, agen, pemain, dalam negosiasi dan kemudian manajer akan memilih.

“Itu tak pernah berubah. Saya sudah delapan tahun di klub. Komite adalah kolaborasi antara semua prang-orang itu, yang berkontribusi sehingga manajer bisa membuat keputusan. Saya pikir itu sangat cerdas. Kami tidak menganggapnya sebagai sebuah komite, cuma media saja yang berpikir begitu,” kata Ayre.