Sempitnya Ruang Gerak yang Buat Juve Melempem di Serie A

Turin – Juventus melalui tren yang tak biasa pada awal musim ini, yaitu perkasa di Liga Champions tapi melempem di Serie A. Hal ini ternyata dipengaruhi oleh karakter tim lawan di dua kompetisi tersebut.

Meski tergabung di grup maut, Juve nyatanya bisa melewati dua laga awal di fase grup Liga Champions dengan mulus. Bianconeri menang 2-1 di kandang Manchester City, lalu mengalahkan juara Liga Europa musim lalu, Sevilla, di kandang sendiri. Mereka pun kini memuncaki klasemen Grup D.

Namun, di Serie A, sang juara bertahan belum menunjukkan taringnya. Dalam enam pertandingan yang sudah berlalu, Juve sudah kalah tiga kali dan baru sekali menang. Mereka pun terpuruk di posisi ke-15 klasemen dengan lima poin.

Yang lebih memprihatinkan, Juve belum pernah menang di kandang sendiri meski lawan-lawan mereka bukanlah rival berat. The Old Lady kalah 0-1 dari Udinese, ditahan Chievo 1-1, dan diimbangi tim debutan Frosinone 1-1.

Menurut penyerang Juve Alvaro Morata, timnya sering kesulitan untuk mencetak gol di kompetisi lokal lantaran tim-tim lawan yang tampil amat disiplin di lini belakang. Menghadapi pertahanan yang rapat dan berlapis, Juve pun tak punya banyak ruang gerak untuk menciptakan peluang.

Sementara di Liga Champions, tim-tim lawan bermain lebih terbuka. Hal ini menguntungkan bagi Juve.

“Lebih sulit di Italia,” ucap Morata kepada Cadena Cope.

“Ruang gerak kami lebih sempit. Situasinya lebih baik di kompetisi Eropa,” katanya.

Juventus akan menjamu Bologna di giornata 7, Minggu (4/10/2015) mendatang.