Rooney Seret Gol, Scholes Soroti Gaya Main MU

Manchester – Wayne Rooney mendapatkan sorotan tajam karena kontribusinya yang minim untuk Manchester United musim ini. Soal ini, eks gelandang ‘Setan Merah’ Paul Scholes menilai gaya bermain MU-lah yang tak mendukung.

Rooney dianggap kurang tajam sepanjang musim ini berjalan. Penyerang tim nasional Inggris itu baru mencetak dua gol dari sembilan pertandingan Premier League sejauh ini. Dari seluruh ajang, dia baru bikin tiga gol dalam 13 pertandingan.

Performanya kian disoroti ketika MU disingkirkan Middlesbrough lewat adu penalti usai bermain 0-0 dalam waktu normal, di babak keempat Piala Liga Inggris, Kamis (29/10/2015) dinihari kemarin. Masuk sebagai pengganti, Rooney, dinilai tak memberikan dampak signifikan dan justru gagal menceploskan bola sebagai penendang pertama di babak adu penalti.

Kritik makin tajam mengarah ke Rooney mengingat dia adalah kapten tim, juga punya gaji paling tinggi dengan jumlah tak kurang dari 250 ribu poundsterling per pekan.

Tapi menurut Scholes, minimnya kontribusi Rooney bukan sepenuhnya salah si pemain. Dia menilai gaya main MU di bawah Louis van Gaal tak mendukung para pemain untuk banyak berkreasi dan tampil ekspresif. Hal itu disebutnya sebagai satu cara Van Gaal untuk mengurangi risiko yang ditanggung tim, namun di lain sisi menjadi kesulitan tersendiri untuk Rooney.

“Ini adalah tim yang tidak ingin Anda lawan dan mungkin sebuah tim yang Anda tidak ingin ikut bermain di dalamnya. Ada kurangnya pengambilan risiko dan kreativitas,” kata Scholes kepada BBC Radio.

“Tampaknya dia (Van Gaal) tidak mau para pemain melewati lawan-lawan dan mencetak gol-gol. Ini bukanlah sebuah tim yang mana saya bakal enjoy bermain di dalamnya.”

“Ruud van Nistelrooy, Teddy Sheringham, Andy Cole, mereka tidak bisa bermain di tim ini. Anda tidak mendapatkan umpan silang di dalam kotak penalti, para gelandang mencari tusukan-tusukan. Saya rasa ini adalah sebuah tim yang sangat sulit untuk seorang penyerang tengah.”

“Sebenarnya saya berpikir bahwa tim ini dilatih dengan luar biasa untuk bertahan. Rasanya hal tersulit untuk dilakukan adalah melatih mencetak gol-gol, melatih kreativitas, dan untuk punya pemain yang spontan,” tambahnya dilansir Soccerway.