Garcia Berkemauan Kembalikan Kegarangan Roma

Roma – AS Roma pernah sangat garang di satu 1/2 musim pertama kepemimpinan Rudi Garcia, tetapi turun di 1/2 musim paling akhir. Memandang kampanye yang baru, Garcia mau kembalikan tampilan paling baik timnya.

Mulai sejak kehadiran Garcia, Roma termasuk cukuplah berhasil di Serie A. Mereka senantiasa sukses finis di posisi dua dalam dua musim paling akhir, walau memanglah tertinggal jauh dari Juventus yang juara. Dalam dua musim itu, selisih keduanya yaitu 17 poin.

Tetapi musim lantas jadi musim yang penuh kemelut untuk Roma. Bila di 2013-2014 mereka hanya menelan keseluruhan lima kekalahan serta tujuh hasil imbang, musim tempo hari ada enam kekalahan serta 13 hasil imbang yang dipetik.

Performa Giallorossi anjlok mulai sejak peralihan th. atau di paruh ke-2. Selama 22 kompetisi, cuma delapan kemenangan dipetik. 10 partai yang lain selesai imbang serta empat berbuntut dengan kekalahan. Deformasi Roma inilah yang pernah bikin hari esok Garcia pernah digoyang.

Pelatih 51 th. itu menyatakan tidak ingin mengulas musim lantas. Dia hanya mau konsentrasi menyiapkan tim untuk musim 2015-2016 kelak serta berkemauan kembalikan performa paling baik I Lupi.

” Hari esok yaitu saat ini. Kami berkonsentrasi cuma pada menyiapkan diri untuk kampanye baru serta seperti yang Anda ketahui, saya menghormati akal sehat, ” kata Garcia diambil Football Italia.

” Th. lantas kami finis ke-2 lagi walau ganti semua empat bek. Jadi itu bermakna semua tim bertahan dengan baik. Kami memanglah sedikit kurang efisien dalam penyerangan. ”

” Saya akan tidak merubah pemikiran saya pada kwalitas permainan kami. Bila kami tampak baik, jadi kami mempunyai peluang tambah baik untuk menang, ” sambungnya.

” Di paruh ke-2, style kami sedikit beralih. Kami semakin banyak menanti serta lakukan serangan balik, namun itu juga bergantung pada tim yang saya mempunyai. ”

” Yang saya berharap yaitu kami dapat kembali mempunyai Roma yang spektakuler serta menyerang seperti 18 bln. pertama dengan saya. Lantaran beberapa orang datang ke stadion dengan maksud untuk dihibur, ” sekian pelatih asal Prancis itu.