Sering Nonton Film Porno? Hati-hati, Gairah Bercinta Bisa ‘Keok’

Sering Nonton Film Porno? Hati-hati, Gairah Bercinta Bisa 'Keok'

Jakarta, Menonton film porno sering dipandang sebagai suatu kelemahan moral atau bentuk hiburan semata. Berkaitan dengan hal tersebut, sering menonton film porno rupanya dapat membuat seseorang salah mengartikan kenyataan seksual.

Ya, terlalu sering menonton film porno justru merusak kehidupan seksual di dunia nyata. Pria yang hobi menonton film porno akan sulit membedakan yang nyata dan fantasi.

Sebagai contoh kenyataaan yang sering salah dipahami, banyak pria berpandangan ukuran penis dianggap sebagai patokan kejantanan seseorang. Penis berukuran besar dikatakan dapat membawa kenikmatan yang luar biasa di atas ranjang, namun benarkah demikian?

Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Denpasar mengatakan pria seringkali terobsesi pada ukuran penisnya walaupun sebenarnya tidak yang perlu dikhawatirkan.

“Banyak pria yang merasa penisnya berukuran kecil, ternyata sebenarnya normal. Banyak pria yang terobsesi penis panjang dan besar karena mereka menyaksikan penis para aktor di film porno,” ujar dr Wimpie seperti ditulis pada Rabu (6/8/2014).

Selain itu menurut pakar psikologi perkembangan dari Universitas Maranatha Bandung, Efnie Indriani, MPsi, sering melihat film porno dapat membuat seseorang merasa tidak tertarik dengan hubungan seks nyata. Dorongan dan ekspektasi seks seseorang yang sering menonton film porno lebih tinggi dari orang biasanya.

Hal ini terjadi karena menonton pornografi membuat stimulasi dopamin (neurotransmitter yang mengaktifkan pusat kesenangan di otak) terjadi secara terus-menerus. Akibatnya, otak kehilangan kemampuannya untuk merespons tingkat normal dopamin dan seorang yang sering melihat pornografi perlu pengalaman yang bersifat ekstrem untuk bisa membuatnya terangsang.